Cara Mencari Tuhan

Tuhan itu ada. Tuhan itu Zat yang menciptakan kita dan semua yang ada di alam semesta ini.

Tapi itu semua hanya teori. Pada kenyataannya, sungguh sulit (bagi sebagian kita) untuk menemukan keberadaan Tuhan.

Bebarapa hal yang menyebabkan kita sulit menemukan Tuhan antara lain :

Satu — Tidak serius dalam mencari-NYA

Kedua, adanya penghalang (hijab) yaitu kesibukan dunia, sehingga hati & pikiran sulit fokus.

Ketiga — Tidak ada Pemandu (Guide)

Keempat — Tidak ada Hidayah (Petunjuk dari Tuhan)

Kita akan coba diskusikan (secara singkat) mengenai ke-empat poin diatas.

============================
Satu — Tidak serius mencari Tuhan
============================

Segala sesuatu (semua hal yang kita lakukan) tentu harus disertai “keseriusan”. Tanpa adanya “keseriusan” , maka semua yg kita kerjakan sulit bisa berhasil.

Bekerja tidak serius — hasilnya pasti kurang memuaskan.
Olahraga tidak serius — hasilnya juga kurang optimal.
Belajar tidak serius — pasti tidak ada materi yang masuk kedalam kepala.
Mambaca buku tidak serius — pasti tidak paham isi dari buku yang kita baca, dan lain sebagainya.

Sampai disini, pasti semua pembaca sudah paham maksud saya.

Termasuk dalam mencari Tuhan. Jika kita tidak serius mencari-NYA, maka Tuhan juga tidak akan serius untuk “menemui” kita. Kalaupun Tuhan “berkenan” menemui kita, maka Tuhan akan terkesan “malas-malasan” saat menemui kita.

Mengapa Tuhan tidak serius menerima kehadiran kita…? Nah… sekarang pembaca sudah tahu jawabannya..🙂

============================
Kedua, adanya penghalang (hijab) yaitu kesibukan dunia, sehingga hati & pikiran sulit fokus.
============================

Tidak dapat dipungkiri, kehidupan dunia telah melalaikan sebagian besar dari kita dalam mengingat keberadaan Tuhan.

Kita hidup di dunia, memang diwajibkan oleh Tuhan untuk bekerja dan mengisi kehidupan dunia ini dg aktifitas-aktifitas keduniawian.

Yang jadi masalah adalah, karena terlalu fokusnya kita pada kehidupan duniawi, maka sering tidak ada waktu untuk urusan ukhrowi (akhirat).

Dalam hal ini, bukan berarti kita harus meninggalkan kehidupan duniawi, justru kita harus bisa menyeimbangkan antara kehidupan dunia dengan tujuan kita (yaitu untuk mencari Tuhan).

Mencari Tuhan (di jaman modern ini) bukan dengan cara meninggalkan kehidupan duniawi (kecuali orang-orang jaman dulu, yg sering meninggalkan kehidupan sehari-harinya dan pergi ke tempat-tempat sepi seperti goa-goa dan gunung untuk bertapa, dll).

Apalagi kalau kita sudah memiliki tanggungan keluarga, dimana kita diwajibkan untuk memberi kehidupan untuk mereka. Maka mencari Tuhan dengan cara meninggalkan nasib keluarga adalah dosa besar.

Bagi orang-orang yg sudah menemukan Tuhan, maka kita akan dapati bahwa Tuhan ada dalam kehidupan kita sehari-hari. Tuhan ada di dalam keluarga. Tuhan ada di dalam kehidupan masyarakat. Tuhan ada di kantor tempat kita bekerja. Tuhan ada di lapangan olahraga, Tuhan ada di pasar swalayan, mall, tempat wisata dan lain sebagainya.

============================
MASIH BERLANJUT
============================

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s