Tafsir bebas ala Pemabuk : Memahami Bahwa Allah Berbeda dg Makhluk-Nya (Sifat Allah ke-4)

فَاطِرُ    السَّمٰوٰتِ    وَالْأَرْضِ    ۚ    جَعَلَ    لَكُم    مِّنْ    أَنفُسِكُمْ    أَزْوٰجًا    وَمِنَ    الْأَنْعٰمِ    أَزْوٰجًا    ۖ    يَذْرَؤُكُمْ    فِيهِ    ۚ    لَيْسَ    كَمِثْلِهِۦ    شَىْءٌ    ۖ    وَهُوَ    السَّمِيعُ    الْبَصِيرُ

Itu adalah Quran dari surat As-Syuro (ayat 11). Bagi anda yang tidak bisa baca tulisan Arab, maka jangan hiraukan. Dalam waktu yang sangat singkat ini, kita tidak butuh tulisan Arab – tapi kita akan menyelami sifat Allah (Tuhan kita) melalui pemahaman batin.
Langsung kita mulai ya…🙂

Bahwa Tuhan kita (Allah) telah menciptakan langit tempat kita bernaung, dan bumi tempat kita tinggal. Ada perbedaan yang jelas antara makhluk yang diciptakan – dengan Tuhan yang telah menciptakan.
Allah bukan langit, Allah bukan bumi… Allah juga bukan seperti apa yang ada di alam semesta ciptaan-Nya ini.

Jika ada orang yang membuat “perumpamaan” Allah sebagai Tuhan dengan patung-patung atau lukisan, maka sekarang kita harus bisa paham.
Karena Allah tidak seperti makhluk, maka akan kesulitan bagi orang yang tidak paham untuk “menembus” Zat Ketuhanan itu. Maka dijadikanlah patung-patung atau lukisan itu sebagai mediasi penghambaannya.

Tapi jika kita sudah paham bahwa Tuhan tidak sama dengan makhluk, maka perbuatan membuat patung-patung atau lukisan dan sebagainya adalah sesuatu yang sangat konyol.
Allah bukan langit, dan Allah bukan bumi. Allah juga bukan seperti apa yang ada di langit dan di bumi.

Telah Allah jadikan semua makhluk ciptaan-Nya dengan ciri khas >> pasti memiliki pasangan.
Ada siang – ada malam. Ada pagi – ada petang. Ada laki-laki dan ada pula perempuan…
Tidak ada bedanya antara kita dengan hewan. Sama-sama makhluk Allah, dan sama-sama memiliki pasangan.
Dari pasangan-pasangan itulah kita dan hewan bisa berkembang di muka bumi ini.
Apa bedanya dengan Allah…?

Allah tidak memiliki pasangan. Allah bukan laki-laki dan Allah bukan perempuan. Allah bukan manusia dan Allah juga bukan hewan.

Bentuk (fisik) Tuhan tidak bisa untuk dilihat maupun dijabarkan dengan kata-kata. Mengapa demikian..?
Karena Allah sengaja men-design kelemahan seperti itu pada semua makhluk-Nya.

Ingatlah selalu akan hukum “berpasangan ini”.
Hukum “berpasangan” ini sangat penting untuk kita fahami dalam rangka memahami sifat Allah yang ke-4 (Mukholafatuhu lil hawadist).
Jika siang berpasangan dengan malam, maka memang ada perbedaannya – tapi tetap berhubungan yang disebut dengan waktu.
Jika laki-laki dan perempuan berpasangan, memang jelas ada perbedaannya – tapi keduanya menyatu dan tidak dapat dipisahkan.

Sama kondisinya antara kita (sebagai makhluk) dengan Allah (Sang Pencipta). Jelas sekali perbedaan antara makhluk dengan Sang Penciptanya – tetapi keduanya (makhluk dan Penciptanya) saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan.

Demikian sedikit sharing dari pemahaman sifat Allah yang ke-4 (Mukholafatuhu lil hawadist). Memang sangat sedikit penjelasan saya, tapi saya harap bisa berguna.

Salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s