Untaian wisik dari Jayabaya yang turun tgl 14 Februari 1992 (Bag-4)

Podho titenono, nggege mongso:
Perhatikanlah kelak apa yang akan terjadi jika kesatria ini sudah turun:

Yo Ratu, yo kawulo, yo dewo kang bebakal jumeneng noto
Baik penguasa, rakyat jelata, bahkan dewa sekalipun akan saling bahu-membahu menata kehidupan.

Tansah adil, arif, lan wicaksono
Kehidupan akan dirasakan adil , arif dan bijaksana.

Ngerti sak-durunge winarah
Kesatria itu sudah memahami lebih duhulu suatu permasalahan sebelum terjadi.

Sak-bejo-bejane  rimba kuat, isih bejo dusun lugu utun
Semaju-majunya negara adidaya tetapi memberlakukan hukum rimba, masih beruntung menjadi desa kecil yang lugu dan sederhana.

Sampun kaserat ing sabdhaning Palon Dumadi Ingkang Murbeng Jagat Royo
Semua itu sudah menjadi suratan takdir Yang Maha Kuasa.

Tunuju ombyaking rame ning kawulo
Bahwa sekarang ini bangsa dan negara diterjang ombak permasalahan yang bertubi-tubi dan datang silih-berganti

Dunyo dadi unyo, lemah sakilan dadi prakaran
Kehidupan dunia jadi mala petaka, tanah sejengkal saja jadi perkara.

Kabeh dho angkoro, ora ngahanani treping jiwo manungso
Semua orang nyaris memiliki jiwa angkara murka, tidak mau tahu nilai-nilai kemanusiaan yang dilanggar.

Yekso rebut-ducung lumebet jiwanggo manungso
Sifat angkara murka itu sudah merasuki jiwa-jiwa manusia.

Ojo maneh pra kawulo, ratune wae nggowo jiwo yekso, kang cinacah mayuto-yuto
Jangankan rakyatnya, penguasanya sendiri berjiwa angkara murka, dan memiliki pengikut yang banyak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s