Untaian wisik dari Jayabaya yang turun tgl 22 Desember 1990 (bag-2)

Ing gantining jaman
Pada saat pergantian jaman

Ono Ratu kang ngaku-ngaku
Ada penguasa yang mengaku menjadi raja yang sesungguhnya

Ratu lumut kendil
Penguasa yang bermahkotakan lumut kendil. (Mahkota lumut kendil = kendil/kwali warna hijau lumut. (mahkota kwali = topi tentara)

Agemane godhong pring enom
Berbusana warna daun bambu muda (warna hijau tentara)

Negorone ambane sa-prawolon
Luas pengaruhnya dan memiliki kekayaan 1/8 (seperdelapan) negara

Lenggahe Ratu kang ngaku-ngaku bebarengan jaman angkoro murko
Masa pemerintahannya bersamaan dengan jaman angkara murka

Soyo ndadi kono-kene
Zaman angkara murka yang meraja-lela disana-sini

Akeh wong pinter podho keblinger
Banyak orang pintar (baik pintar agama ataupun sarjana akademis) yang keblinger.

Wong ngerti podho mangan ati
Orang bijaksana justru banyak yang makan hati

Wong agung kesinggung
Orang-orang kaya dan banyak pejabat yang suka tersinggung.

Bondho dadi memolo, pangkat dadi pikat
Harta benda jadi biang masalah, banyak orang terpikat dengan pangkat.

Sing menang podho sawenang-wenang
Yang menang justru malah berbuat sewenang-wenang.

Wong angkoro disubyo-subyo
Orang yang jelas-jelas angkara murka justru dipuja-puja.

Ratu ora netepi janji, musno kuasane  lan prabawane
Penguasa tidak pernah menetapi janjinya, maka hilanglah kekuasaan dan kewibawaannya.

Wong podho mangan wong
Banyak orang saling makan saudaranya sendiri

Kayu gligen lan wesi yo podho doyan
Jangankan manusia, kayu glondongan dan besi pun dimakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s